Viral Video Perempuan di Magelang Amuk Petugas PLN yang Memutus Arus Listrik Rumahnya Disebut Nunggak Bayar


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Viral Video Perempuan di Magelang Amuk Petugas PLN yang Memutus Arus Listrik Rumahnya Disebut Nunggak Bayar yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

KOMPAS.com – Unggahan video yang memperlihatkan seorang perempuan ngamuk ke petugas PLN, viral di media sosial.

Video itu salah satunya diunggah akun ini di grup Facebook Viral News, Kamis (10/11/2022).

Dalam rekaman video, tampak seorang perempuan sedang ngamuk ke salah satu petugas PLN yang datang ke rumahnya.

Perempuan itu mengamuk kepada petugas PLN lantaran diduga tidak terima aliran listrik di rumahnya diputus.

Baca juga: Viral, Video Polantas Polres Sukoharjo Hentikan Pengendara Motor Bawa Anak Sakit, Apa yang Terjadi?

Disebutkan, petugas PLN memutus aliran listrik di rumah perempuan itu karena diduga sudah menunggak listrik selama beberapa bulan.

Lokasi kejadian disebut berada di Karang Malang, Wringin Putih, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

“Diduga tidak membayar listrik salama 3 bulan, Ibu ini marah saat petugas PLN memutus arus listrik dirumahnya. Lokasi terjadi di karang malang Wringin putih Borobudur Magelang.. Gimana menurutmu gaess,” tulis keterangan dalam unggahan.

Baca juga: Viral, Video Penyanyi Campursari di Sragen Dilecehkan Tamu Hajatan, Begini Ceritanya

Lantas, bagaimana penjelasan PLN?

Penjelasan PLN

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Harian (PLH) Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Magelang Arief Wicaksono membenarkan kejadian tersebut.

Kejadian itu imbuhnya terjadi di daerah Borobudur, Magelang, Senin (31/10/2022).

Arief mengonfirmasi bahwa petugas dalam video tersebut memang petugas biller PLN yang sedang bertugas melakukan penagihan rekening listrik di lokasi pelanggan pasca-bayar di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Borobudur.

Pelanggan itu, kata dia, memiliki tunggakan pembayaran yang belum dibayarkan sehingga dengan sangat terpaksa dilakukan pemutusan sementara.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, pemutusan bisa dihindari apabila pelanggan rutin membayar rekening listrik paling lambat tanggal 20 setiap bulannya,” ujarnya, kepada Kompas.com, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Viral, Video Petugas PLN Perbaiki Listrik di Kalimantan Tengah yang Mati Puluhan Jam, Susuri Rawa Gunakan Perahu

Tagihan sudah dibayarkan, listrik kembali nyala

Namun, saat ini tunggakan tagihan listrik pelanggan tersebut telah dibayarkan.

“Status terakhir bahwa tunggakan tagihan listrik pelanggan tersebut sudah dibayarkan dan pelanggan sudah menyala kembali. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.” tutur Arif.

Ia menjelaskan, petugas catat meter rutin melakukan penagihan dan mengimbau kepada pelanggan pasca-bayar untuk melakukan pembayaran paling lambat sebelum tanggal 20 setiap bulannya.

Baca juga: Viral, Unggahan Pelanggan Dapat Tagihan Listrik Hampir Rp 18 Juta, Ini Penjelasan PLN

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya tambahan biaya berupa biaya keterlambatan dan tindakan pemutusan sementara akibat pelanggan terlambat membayar.

Listrik pasca-bayar, katanya, merupakan metode langganan listrik, di mana tagihan listrik dibayar setelah pelanggan menikmati listrik terlebih dahulu selama 1 bulan.

Tagihan listrik diterbitkan setiap awal bulan. Tagihan tersebut merupakan hasil penggunaan listrik pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Ramai Video soal Segel Meteran Listrik jika Rusak Disebutkan Bisa Kena Denda Rp 11 Juta, Ini Penjelasan PLN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Rapat Disebut Akan Panas Mahfud Siap Hadapi DPR soal Transaksi Janggal di Kemenkeu Hari Ini


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Rapat Disebut Akan Panas Mahfud Siap Hadapi DPR soal Transaksi Janggal di Kemenkeu Hari Ini yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan memberi penjelasan kepada DPR perihal transaksi janggal Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurut rencana, Komisi III DPR memanggil Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hari ini, Rabu (29/3/2023). Adapun Mahfud, Menkeu Sri Mulyani, hingga Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana tergabung di dalam komite tersebut.

Baca juga: Panggil Mahfud dan Kepala PPATK Besok soal Transaksi Janggal, Komisi III DPR: Pasti Panas!

Rapat Komisi III DPR dengan Mahfud ini sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada pekan lalu. Akan tetapi, karena berbagai alasan, rapat itu ditunda hingga pekan ini.

Komisi III DPR sendiri memastikan rapat terkait transaksi janggal Rp 349 triliun ini bakal berlangsung ‘panas’. Apalagi, sebelum hari ini tiba pun, para anggota DPR sudah lebih dulu melayangkan ancaman hingga tuduhan kepada Mahfud.

Mahfud siap hadir ke DPR

Mahfud MD menyatakan siap hadir memenuhi panggilan Komisi III DPR hari ini. Dia menilai sudah menjadi kewajiban untuk datang ketika dipanggil oleh DPR.

“Pasti dong (datang ke DPR). Wajib datang kalau dipanggil,” ujar Mahfud di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Mahfud menjelaskan, dirinya sudah diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan dugaan TPPU di Kemenkeu secara jelas kepada DPR.

“Yang khusus (Presiden) berdua dengan saya ada beberapa hal. Antara lain menyangkut soal temuan PPATK mengenai dugaan pencucian uang di Kemenkeu,” ujar Mahfud MD usai bertemu Presiden.

Baca juga: Kronologi Kabar Dugaan Transaksi Janggal Rp 349 Triliun di Kemenkeu, Bermula dari Mahfud MD

“Presiden meminta saya hadir, menjelaskan ke DPR dengan sejelas-jelasnya. Dan memberi pengertian kepada masyarakat tentang apa itu pencucian uang,” lanjutnya.

Mahfud pun berjanji sanggup memberikan penjelasan kepada DPR RI dengan sejelas-jelasnya. Sebab Presiden Jokowi memintanya untuk tidak menutupi fakta yang ada.

“Tanpa ada yang ditutup-tutupi. Karena Presiden kita ini menghendaki keterbukaan informasi sejauh sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutur Mahfud.

Rapat bakal panas

Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mengatakan, rapat antara Komisi III DPR dan Mahfud MD pasti berlangsung panas.

“Kan aku sudah pernah ngomong, besok kita dengar rapatnya saja. Rapatnya pasti ramai. Pasti panas,” ujar Pacul.

Apalagi, Mahfud baru-baru ini menantang tiga anggota DPR yang ‘keras’ dalam berbicara terkait kasus tersebut. Di antaranya seperti Arteria Dahlan, Benny K Harman, dan Arsul Sani.

Baca juga: Saat Jokowi Beri Perintah ke PPATK dan Mahfud MD soal Kehebohan Transaksi Janggal di Kemenkeu…

Hanya saja, Pacul menekankan bahwa rapat dengan Mahfud besok ini bertujuan untuk mencerahkan masyarakat perihal informasi transaksi janggal Rp 349 triliun tersebut.

“Jadi besok itu Komisi III dan dikau membantu agar supaya rakyat paham, tercerahkan, ‘oh Rp 349 triliun itu ternyata ini’,” tutur dia.

3 anggota DPR ini diharapkan tak absen

Mahfud berharap tidak terjadi perubahan jadwal rapat lagi kali ini. Mahfud meminta tiga anggota DPR untuk hadir dan tidak mencari-cari alasan absen dari rapat.

Ketiga anggota DPR yang Mahfud maksud adalah Arteria Dahlan, Benny K Harman, dan Arsul Sani.

Adapun ketiga orang ini memberi kritik yang ‘keras’ terhadap Mahfud dalam rapat antara Komisi III DPR dan PPATK pekan lalu.

“Bismillah. Mudah-mudahan Komisi III tidak maju mundur lagi mengundang Saya, Menko Polhukam/Ketua KNK-PP-TPPU. Saya sudah siap hadir,” kata dia.

“Jangan cari alasan absen,” sambungnya.

Arteria anggap Mahfud sebagai guru

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P Arteria Dahlan menyatakan bakal hadir dalam rapat Komisi III DPR dengan Mahfud membahas transaksi mencurigakan di lingkungan Kemenkeu.

Meski hadir, Arteria enggan disebut menerima tantangan dari Mahfud MD.

“Insya Allah saya hadir. Saya tidak mau terima tantangan, beliau kan saya anggap sudah seperti guru dan orang tua saya,” kata Arteria.

Baca juga: Jokowi Minta Buka-bukaan soal Transaksi Janggal Kemenkeu, Mahfud: Jangan Ditutupi!

Ia pun berharap, Mahfud menjelaskan pernyataan-pernyataannya terkait transaksi janggal senilai Rp 349 triliun di Kemenkeu.

Hal itu dinilai sebagai bentuk klarifikasi atas kesimpangsiuran laporan Mahfud.

“Kan, enggak perlu tantang menantang. Beliau (Mahfud) cukup klarifikasi saja pernyataan-pernyataan beliau terkait Rp 349 triliun itu,” ujarnya

Benny K Harman pastikan hadir

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mengaku bakal hadir dalam rapat Komisi III bersama Mahfud hari ini.

“Oh saya datang, pasti saya datang. Pasti saya akan tanyakan (transaksi janggal),” kata Benny K Harman.

Tak hanya hadir, Benny juga meminta Mahfud tidak menutup-nutupi apa pun terkait laporan transaksi mencurigakan senilai Rp 349 triliun di lingkungan Kemenkeu. Sebab, menurutnya, Mahfud lah yang memulai mengungkapkan adanya transaksi mencurigakan dengan nilai fantastis tersebut.

“Saya minta Pak Mahfud tidak boleh ewuh pakewuh┬ákarena dia sudah mulai mengungkapkan itu,” ujarnya.

Baca juga: Mahfud MD Siap Beri Penjelasan soal Transaksi Janggal kepada DPR Besok

Di sisi lain, Benny K Harman meminta Mahfud fokus saja terhadap penyelesaian laporan tersebut. Dalam artian, ia tak ingin masalah transaksi mencurigakan justru melebar ke arah hal-hal di masa lalu.

“Jangan ngungkit-ngungkit yang dulu ya kan. Mulailah sekarang ini. Ya kan? jangan dia ngalihkan masalah, jangan dia mencla-mencle istilah saya itu,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Disebut Amien Rais Mengutip Setengahsetengah soal Kasus KM 50 Mahfud MD Itu Bukan Kutipan Sepotong Itu Intinya


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Disebut Amien Rais Mengutip Setengahsetengah soal Kasus KM 50 Mahfud MD Itu Bukan Kutipan Sepotong Itu Intinya yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

SuaraBekaci.id – Menko Polhukam Mahfud MD mendapat koreksi dari Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. Koreksi Amien terkait pernyataan Mahfud MD soal kasus KM 50.

Lewat akun Twitter @realAmienRais, Amien meminta Mahfud MD untuk tidak mengambil kutipan seseorang setengah-setengah.

“@mohmahfudmd Koreksi untuk anda ya mas. Jangan pernah mengutip pernyataan seseorang, hanya dengan setengah-setengah. #amienrais,”

Dalam pertanyaan tertulis yang dibagikan itu, Amien mengoreksi cuitan Mahfud MD di akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Baca Juga:Amien Rais Klarifikasi Pernyataan Mahfud MD Soal Kasus Km 50

Pada 28 Agustus 2022, Mahfud MD di akun Twitternya menjawab pertanyaan salah satu netizen soal kasus KM 50.

“Kata Pak Amien Rais saat menyambut buku putih TP4, kasus KM 50 clear tak melibatkan TNI/POLRI. Kasusnya sdh dibawa ke pengadilan sesuai temuan Komnas HAM bhw itu pidana biasa. Komnas HAM berwenang bilang bgt berdasar UU. Meski bgt, kata Kapolri, kalau Anda punya novum, sampaikan,” tulis Mahfud MD.

Cuitan ini yang ditengarai membuat Amien Rais memberikan koreksi kepada Mahfud MD.

“Mas Mahfud, saya lihat dalam twitter Anda, menyatakan “Menurut Pak Amien Rais kasus KM 50 sudah clear alias sudah selesai karena telah dibawa ke pengadilan.” Ingat ya mas Mahfud, justru kami di TP3 (Tim pengawal Peristiwa Pembunuhan Enam Pengawal HRS) menerbitkan buku putih 352 halaman berjudul “Pelanggaran HAM Berat: Pembunuhan Enam Pengawal HRS karena dalam keyakinan kami berdasar urut-urutan peristiwa pembunuhan yang dilakukan aparat Negara itu merupakan extra-judicial killing atau unlawful killing,” jelas Amien dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam pernyataan lengkapnya itu, Amien juga menyinggung soal kasus Ferdy Sambo serta konsorsium 303 yang belakangan jadi sorotan publik.

Baca Juga:Fadli Zon Menunggu Keadilan Bagi Keluarga KM 50: CCTV Rusak, Terjadi Tembak-Menembak

Terkait pernyataan tertulis dari Amien Rais, Mahfud MD di akun Twitternya lalu membalas bahwa ia tidak mengambil kutipan setengah-setengah.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Disebut Amien Rais Mengutip Setengahsetengah soal Kasus KM 50 Mahfud MD Itu Bukan Kutipan Sepotong Itu Intinya


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Disebut Amien Rais Mengutip Setengahsetengah soal Kasus KM 50 Mahfud MD Itu Bukan Kutipan Sepotong Itu Intinya yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

SuaraBekaci.id – Menko Polhukam Mahfud MD mendapat koreksi dari Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. Koreksi Amien terkait pernyataan Mahfud MD soal kasus KM 50.

Lewat akun Twitter @realAmienRais, Amien meminta Mahfud MD untuk tidak mengambil kutipan seseorang setengah-setengah.

“@mohmahfudmd Koreksi untuk anda ya mas. Jangan pernah mengutip pernyataan seseorang, hanya dengan setengah-setengah. #amienrais,”

Dalam pertanyaan tertulis yang dibagikan itu, Amien mengoreksi cuitan Mahfud MD di akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Baca Juga:Amien Rais Klarifikasi Pernyataan Mahfud MD Soal Kasus Km 50

Pada 28 Agustus 2022, Mahfud MD di akun Twitternya menjawab pertanyaan salah satu netizen soal kasus KM 50.

“Kata Pak Amien Rais saat menyambut buku putih TP4, kasus KM 50 clear tak melibatkan TNI/POLRI. Kasusnya sdh dibawa ke pengadilan sesuai temuan Komnas HAM bhw itu pidana biasa. Komnas HAM berwenang bilang bgt berdasar UU. Meski bgt, kata Kapolri, kalau Anda punya novum, sampaikan,” tulis Mahfud MD.

Cuitan ini yang ditengarai membuat Amien Rais memberikan koreksi kepada Mahfud MD.

“Mas Mahfud, saya lihat dalam twitter Anda, menyatakan “Menurut Pak Amien Rais kasus KM 50 sudah clear alias sudah selesai karena telah dibawa ke pengadilan.” Ingat ya mas Mahfud, justru kami di TP3 (Tim pengawal Peristiwa Pembunuhan Enam Pengawal HRS) menerbitkan buku putih 352 halaman berjudul “Pelanggaran HAM Berat: Pembunuhan Enam Pengawal HRS karena dalam keyakinan kami berdasar urut-urutan peristiwa pembunuhan yang dilakukan aparat Negara itu merupakan extra-judicial killing atau unlawful killing,” jelas Amien dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam pernyataan lengkapnya itu, Amien juga menyinggung soal kasus Ferdy Sambo serta konsorsium 303 yang belakangan jadi sorotan publik.

Baca Juga:Fadli Zon Menunggu Keadilan Bagi Keluarga KM 50: CCTV Rusak, Terjadi Tembak-Menembak

Terkait pernyataan tertulis dari Amien Rais, Mahfud MD di akun Twitternya lalu membalas bahwa ia tidak mengambil kutipan setengah-setengah.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.