Mengenal Rangkaian Arus Listrik dan Tokoh Penemunya


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal Rangkaian Arus Listrik dan Tokoh Penemunya yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

TRIBUNNEWS.COM – Listrik telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

Arus listrik merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat merambat meski tidak ada media perantara.

Gelombang elektromagnetik terbentuk dari hasil perubahan medan magnet dan medan listrik yang terjadi terus menerus.

Proses tersebut memicu terjadinya arus yang kemudian dikenal sebagai arus listrik.

Dikutip dari Buku Siswa SD/MI Tema Tokoh dan Penemuan, (2018) oleh Angi Anggari dkk, arus listrik dihasilkan oleh generator raksasa pada pusat pembangkit listrik.

Arus listrik disalurkan melalui jaringan listrik tegangan tinggi berupa jaringan kabel pada menara-menara tinggi yang menuju ke gardu penerima di berbagai daerah.

Dari gardu-gardu penerima, arus listrik kemudian disalurkan ke rumah penduduk dan berbagai tempat yang memerlukan.

lalu, arus listrik yang diterima di rumah disalurkan melalui rangkaian kabel listrik di dalam rumah.

Baca juga: Peduli Terhadap Lingkungan dengan Mengenal Tanaman Obat Kencur, Kunyit, Jahe dan Cara Menanamnya

Baca juga: Mengenal Padi sebagai Makanan Pokok Masyarakat Indonesia, Berikut Tahap Pertumbuhannya

Rangkaian kabel tersebut umumnya berada di atap untuk tempat dudukan lampu atau di dinding rumah untuk sakelar dan colokan listrik tempat menghubungkan beragam peralatan elektronik seperti televisi, kipas angin, dan kulkas.

Rangkaian listrik di dalam rumah dapat berupa rangkaian seri atau rangkaian paralel.

Rangkaian seri dan paralel merupakan jenis-jenis rangkaian yang dipakai untuk menyambungkan dua ataupun lebih komponen listrik sehingga menjadi satu kesatuan utuh.

Jika dilihat dari cara penyusunannya, rangkaian seri disusun dengan cara bersambung atau sejajar dan rangkaian paralel disusun berderet.

Contoh rangkaian seri dalam kehidupan sehari-hari adalah lampu senter.

SUTET -Pekerja sedang memasang rangkaian besi konstruksi baja tiang listrik tegangan tinggi di kampung Pasar Minggu, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (16/8/2018). Pemasangan konstruksi baru ini untuk mengganti tiang yang lama untuk memperlancar penyaluran arus listrik yang sangat dibutuhkan warga masyarakat. (Wartakota/Nur Ichsan) (Warta Kota/Nur Ichsan (SAN))

Rangkaian yang disusun seri pada lampu senter adalah baterai, karena hanya terdapat satu lampu pada senter.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Mengenal Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

Jakarta

Larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit adalah sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya.

Larutan elektrolit adalah larutan yang zatnya mampu menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air, sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang zatnya tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Mengapa larutan non-elektrolit tidak bisa menghantarkan listrik, sedangkan larutan elektrolit bisa?

Ilmuwan asal Swedia bernama Svante August Arrhenius, pada tahun 1887 menjelaskan tentang peristiwa hantaran arus listrik melalui larutan dengan teori ionisasi.

Berdasarkan Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena di dalamnya mengandung ion-ion, yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itu lah yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dalam larutan, seperti dikutip dalam modul Guru Pembelajar Keahlian Kimia Kesehatan oleh Eti Suherti.

Oleh sebab itu, banyak sedikitnya ion yang terjadi pada ionisasi merupakan penentu dari besarnya daya hantar listrik yang terkandung pada larutan elektrolit.

Semakin banyak ion dalam larutan, maka daya hantar listriknya akan semakin kuat. Dimana hal tersebut tidak lah bisa ditemukan pada larutan non-elektrolit.

Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit di bawah ini ya!

Larutan elektrolit bisa disebut juga dengan konduktor elektrik. Jenis larutan ini ada yang sifatnya kuat dan lemah.

Ciri-ciri larutan elektrolit adalah :

  1. Larutannya mampu menghantarkan arus listrik dengan baik dan kuat.
  2. Ditandai dengan lampu yang menyala, serta banyak mengandung gelembung gas ketika diuji dengan alat penguji elektrolit.
  3. Elektrolit kuat dalam air, akan terionisasi sempurna sehingga derajat ionisasi (𝛼) = 1. 𝛼 = jumlah mol yang terionisasi : jumlah mol zat mula-mula
  4. Larutan elektrolit kuat terdiri atas kelompok larutan-larutan basa kuat, asam kuat, dan garam (kecuali garam merkuri). Pada larutan elektrolit kuat, senyawa dalam air akan terionisasi sempurna dan menghasilkan ion-ion yang banyak.

Contoh larutan elektrolit kuat:

Basa = KOH, NaOH, radium (Ra), dan basa dari golongan I A dan II A lainya (kecuali Be(OH)₂ dan Mg(OH)₂)
Asam = HCI, HBr, HI, HNO₃, HCIO₃, HCIO₄
Garam = NaCI, K₂SO₄, CaCI₂, AICI₃

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang masih bisa menghantarkan listrik, tapi sifatnya lemah sehingga lampu tidak terlalu bisa menyala dengan terang.

Ciri-ciri larutan elektrolit lemah:

  1. Senyawa dalam air terionisasi yang sebagiannya akan menghasilkan ion-ion yang sedikit.
  2. Larutan elektrolit lemah terdiri atas larutan basa lemah dan asam lemah.
  3. Menghantarkan jumlah listrik sedikit atau lemah
  4. Derajat ionisasi (𝛼), 0 <(𝛼)>

Contoh larutan elektrolit lemah:

Basa = Be(OH)₂, Mg(OH)₂, dan beberapa basa dari logam transisi.
Asam = HNO₂, H₃PO₃, H₃PO₄, H₂SO₃, HCN, H₂CO₃, HF

Seperti namanya, larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Jika disekitar penghantar listrik (electrode) tidak muncul gelembung-gelembung gas, dan lampu tidak menyala ketika diuji.

Ciri-ciri dari larutan non-elektrolit:

  1. Pada larutan non elektrolit, senyawa dalam air tidak mengalami proses ionisasi.
  2. Larutan non-elektrolit tidak dapat terionisasi dalam air, maka 𝛼 = 0.
  3. Larutan non-elektrolit terdiri atas kelompok senyawa organik molekular yang larut.
  4. Tidak menghantarkan arus listrik

Contoh larutan non-elektrolit diantaranya:

Sukrosa (C₁₂H₂₂O₁₁)
Glukosa (C₆H₁₂O₆)
Urea (CO(NH2)2),
Larutan etanol (C2H5OH)
Vitamin C.



Jenis Ikatan dalam Senyawa Elektrolit dan Non-elektrolit

Senyawa akan terbentuk apabila suatu unsur saling berikatan dengan satu sama lain. Cara unsur-unsur yang berikatan dalam membentuk suatu molekul berbeda-beda, yang akan dipengaruhi oleh sifat-sifatnya.

Melansir modul Kimia Paket C Setara SMA/MA karya Mia Rahmi Fauziah, jika ditinjau dari ikatannya, senyawa termasuk elektrolit yang terbentuk dari adanya ikatan ion dan ikovalen polar, sedangkan senyawa yang terbentuk dengan ikatan kovalen non-polar adalah termasuk dalam larutan non-elektrolit.

1. Senyawa ion

Senyawa ion adalah senyawa yang memiliki ion (meliputi basa dan garam), contohnya adalah NaCl. NaCi terbentuk dari ion Na+ dan ion Cl-. Ikatan ini terbentuk oleh atom logam dan atom non logam.

Senyawa ion yang dilarutkan atau dilekehkan dalam air, akan mengalami ionisasi sempurna sehingga termasuk elektrolit kuat. Ion-ion NaCl dalam wujud padatnya tidak dapat bergerak bebas, sehingga tidak bisa menghantarkan listrik. Namun, apabila senyawa ion ini dilarutkan, maka ion-nya mampu bergerak bebas sehingga bisa menghantarkan listrik.

2. Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen terdiri dari molekul-molekul yang memiliki sifat netral dan tidak dapat menghantarkan listrik. Namun, mengapa pada senyawa kovalen HCl mampu menghantarkan listrik? Senyawa kovalen bersifat polar yang terdapat gaya tarik menarik untuk memutuskan ikatan-ikatan tertentu antar molekul.

Sehingga, jika dilarutkan dalam air (pelarut polar) akan mengalami ionisasi yang bisa menghantarkan listrik. Hanya larutan senyawa kovalen polar saja yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan senyawa kovalen non-polar tidak.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Semoga detikers jadi lebih paham ya!

Simak Video “BPOM Jambi Sita 2.744 Botol Jamu Tradisional Mengandung Bahan Kimia”
[Gambas:Video 20detik]

(pal/pal)

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Mengenal Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel dalam Sirkuit Listrik


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel dalam Sirkuit Listrik yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

Jakarta

Rangkaian seri dan rangkaian pararel merupakan dua jenis susunan komponen elektronik yang dapat ditemukan di rangkaian listrik atau sirkuit listrik.

Rangkaian listrik adalah jalur yang tersusun dari berbagai macam komponen elektronik yang mampu mengalirkan arus listrik dari sumber listrik ke berbagai perangkat.

Berdasarkan ada tidaknya arus yang mengalir, rangkaian atau sirkuit listrik terdiri rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Pada rangkaian listrik terbuka, arus listrik tidak ada yang mengalir.

Sementara itu, pada rangkaian listrik tertutup arus listrik dapat mengalir, karena kedua kutub pada sumber arus listrik saling dihubungkan. Ketika kita mempelajari rangkaian arus listrik, kita akan mengenal adanya jenis rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Sebelum memahami lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik, detikers perlu mengetahui beberapa istilah berikut:

I = kuat arus listrik
A = ampere
V = beda potensial, satuannya volt (V)
R = hambatan listrik, satuannya Ohm (Ω)


Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut adalah penjelasan mengenai jenis rangkaian listrik:

Pada rangkaian seri hanya terdapat satu baris arus listrik, yang bagian rangkaian dipasang secara beruntutan atau berderet tanpa adanya percabangan.

Rangkaian seri akan terbentuk jika dua buah atau lebih komponen elektronika dihubungkan secara berderet, dengan sumber tegangan yang juga dihubungkan secara berderet.

Apabila salah satu komponen dipindahkan dari rangkaian seri, arus listrik tidak akan mengalir karena rangkaian ini terbuka. Rangkaian seri biasanya sering digunakan pada radio, TV dan komputer.

(a) Contoh lampu yang disusun seri, (b) Resistor yang disusun seri Foto: dok. modul IPA Kemdikbud

Dalam rangkaian arus seri, jumlah arus listrik pada setiap titik sama besar. Rumusnya adalah: I = I₁ = I₂ = I₃

Besar hambatan listrik (gambar b) dalam rangkaian sama dengan jumlah dari masing-masing hambatan. Rumusnya adalah: Rs = R₁ + R₂ + R₃

Keuntungan rangkaian seri adalah rangkaiannya sederhana dan hemat kabel, sehingga untuk membuatnya pun cukup mudah. Sedangkan, kerugiannya bisa kita lihat apabila salah satu lampu diputuskan (mati), maka lampu yang lainnya juga akan ikut mati.

Begitu juga pada nyala lampunya ketika tidak terang (redup), sehingga membuat energinya juga ikut boros karena digambarkan 1R+1R+1R.

Rangkaian paralel adalah rangkaian yang terbentuk jika dua buah lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar, sehingga merupakan rangkaian bercabang. Arus yang diterima oleh setiap cabang, masih lebih besar dibandingkan arus pada rangkaian seri, hal ini akan membuat nyala lampu akan terlihat lebih terang.

Rangkaian lampu di rumah, di kantor, dan lampu lalu lintas adalah contoh pemanfaatan penggunaan rangkaian listrik paralel di kehidupan sehari-hari.

Jika arus lebih banyak mengalir dari sumber, dimana merupakan penjumlahan tiap cabang, maka perlawanan total atau resistensi pada rangkaian paralel akan jauh lebih kecil daripada rangkaian seri.

Keuntungan dan kerugian rangkaian paralel merupakan kebalikan dari rangkaian seri, maka rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R.

Rangkaian resistor yang disusun pararel Foto: Modul IPA Kemendikbud

Setiap lampu pada rangkaian paralel mendapat arus tanpa dipengaruhi lampu satunya. Itu lah yang mengakibatkan lampu yang lainnya masih terhubung dengan sumber arus listrik.

Misalnya, apabila lampu-lampu yang ada di rumah kita dipasang secara paralel, meskipun salah satu dari lampu-lampu dimatikan atau padam, lampu yang lainnya masih akan tetap bisa menyala.

Menurut hukum I Kirchhoff, arus listrik dibagi dalam tiga cabang, jika kuat arus dalam tiap cabang dijumlahkan maka besarnya sama dengan kuat arus sebelum memasuki cabang.

Hukum Persamaannya dapat ditulis dengan: I masuk = I₁ + I₂ + I₃= I keluar.

Berdasarkan hukum Ohm, I = V/ R dan V untuk tiap cabang sama. Maka rumusnya adalah:

Rumus total hambatan rangkaian pararel Foto: Modul IPA Kemendikbud

Rangkaian Campuran

Gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel dinamakan dengan rangkaian campuran atau disebut juga dengan rangkaian rumit.

Rangkaian campuran seri dan pararel Foto: Modul IPA Kemendikbud

Pada gambar rangkaian campuran di atas R₁ seri dengan R₂ dan R₃ yang paralel, sehingga rumus hambatan total dan rangkaian campuran antara rangkaian seri dan rangkaian pararel adalah: Rt = R₁ + Rp

Simak Video “Bus Listrik Sudah Banyak, Kok Truk Listrik Belum Dijual di Indonesia?”
[Gambas:Video 20detik]

(pal/pal)

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Mengenal Rangkaian Listrik Beserta Komponen dan Fungsifungsinya


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal Rangkaian Listrik Beserta Komponen dan Fungsifungsinya yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

Bobo.id – Teman-teman tentu tahu kalau sebagian besar aktivitas manusia membutuhkan listrik.

Listrik memberi tenaga pada peralatan elektronik yang kita gunakan setiap hari, seperti lampu, televisi, kulkas, pengisi daya ponsel, dan masih banyak lagi.

Kali ini kita akan mengenal dan mempelajari tentang rangkaian listrik. 

Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel ini!

Pengertian Rangkaian Listrik

Rangkaian listrik adalah jalur atau rangkaian sehingga elektron dapat mengalir dari sumber arus listrik (voltase).

Proses perpindahan elektron dikenal sebagai listrik. Elektron dapat mengalir pada material penghantar arus listrik yakni konduktor.

Rangkaian listrik berfungsi mengalirkan listrik ke perangkat yang kita inginkan.

Rangkaian listrik terbagi menjadi tiga jenis, yaitu rangkaian listrik analog (rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel), rangkaian listrik digital, dan rangkaian listrik hibrid.

Komponen Rangkaian Listrik

Komponen-komponen dalam rangkaian listrik adalah resistor, kapasitor, induktor, diode, transistor, IC dan sakelar.

Baca Juga: Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB), Materi Kelas 3 SD Tema 6

1. Resistor

Resistor atau hambatan merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam rangkaian elektronika.

Nilai hambat atau resistansi resistor dinyatakan dalam satuan ohm, seperti resistansi bahan.

Nilai resistansi sebuah resistor biasanya diwakili oleh kode angka atau gelang warna di badan resistor.

2. Kapasitor

Kapasitor atau kondensator merupakan komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik untuk sementara waktu.

Fungsi-fungsi kapasitor, yaitu memilih gelombang radio pada rangkaian penala, sebagai perata arus pada rangkaian penyearah atau rectifier, dan sebagai filter dalam rangkaian catu daya atau power supply.

Kemampuan kapasitor menyimpan energi listrik ditunjukkan oleh kapasitasnya. Kapasitas kapasitor dinyatakan dalam satuan farad (F).

Untuk nilai yang lebih kecil menggunakan satuan mikrofarad, nanofarad, dan pikofarad.

3. Induktor

Induktor atau koil atau kumparan merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai pengatur frekuensi, filter, dan juga sebagai penyambung.

Baca Juga: Contoh Perubahan Energi Listrik menjadi Energi Gerak dalam Kehidupan Sehari-Hari

Induktor banyak ditemukan pada peralatan atau rangkaian elektronika yang berkaitan dengan frekuensi. Satuan induktansi untuk induktor adalah henry (H).

4. Diode

Diode merupakan komponen elektronika aktif yang menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya.

Diode terdiri atas dua elektrode, yaitu anode dan katode.

5. Transistor

Transistor merupakan komponen elektronika aktif multifungsi.

Beberapa fungsi transistor antara lain sebagai penguat arus, sebagai sakelar (pemutus dan penghubung), dan stabilisator.

6. IC

IC (Integrated Circuit) merupakan komponen aktif yang terdiri atas gabungan ratusan bahkan jutaan transistor, resistor, dan komponen lainnya yang dalam sebuah kemasan kecil.

Fungsi IC beragam, yaitu penguat, switching, pengontrol, dan media penyimpanan.

7. Sakelar

Baca Juga: Bisakah Pengisian Daya Baterai Motor Listrik Dilakukan di Rumah? Ini Penjelasannya

Sakelar atau switch merupakan komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik.

Sakelar sering digunakan sebagai tombol ON/OFF untuk menyalakan dan mematikan peralatan.

 (Penulis: Jessie)

—-

Kuis!

Apa yang dimaksud dengan listrik?

Petunjuk: cek halaman 1!

Lihat juga video ini, yuk!

—- 

Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo. 

Untuk berlangganan, teman-teman bisa mengunjungi Gridstore.id. 

Ikuti juga keseruan rangkaian acara ulang tahun Majalah Bobo yang ke-50 di majalah, website, dan media sosial Majalah Bobo, ya! #50TahunMajalahBobo2023

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan

Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

PROMOTED CONTENT

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Mengenal xEV Center Pusat Edukasi Elektrifikasi dan Energi Hijau Milik TMMIN


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal xEV Center Pusat Edukasi Elektrifikasi dan Energi Hijau Milik TMMIN yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi meluncurkan xEV Center, sebagai fasilitas pembelajaran dan pengembangan kapabilitas elektrifikasi serta energi hijau.

Tempat ini, berlokasi di pabrik Karawang 3, dengan luas area 600 m2, dengan bentuk arsitektur pola triangle shape, yang terinspirasi dari kolaborasi triple helix.

Huruf x di depan EV sebagai kepanjangan elektrifikasi merupakan wujud ragam teknologi elektrifikasi yang sudah ada, baik hybrid, battery, plug in, dan juga fuel cell, sehingga xEV Center dapat mendukung advokasi publik dengan ragam informasi teknologi elektrifikasi.

Pada fase Pertama, xEV Center difokuskan untuk menyajikan beragam informasi terkait elektrifikasi dengan berbagai fasilitas diantaranya HEV, PHEV, BEV Showcase & Driving Experience. Lalu, kedua adalah xEV Cut Body, dan ketiga xEV Main Component (Battery, Power Control Unit (PCU), Transaxle), serta keempat Outdoor Charging Station.

Untuk memudahkan publik dalam memahami ragam informasi terkini terkait elektrifikasi, pemaparan secara detail di xEV Center terbagi ke dalam beberapa zona diantaranya.

Zona 1 – Inisiatif Lingkungan terdiri dari penjelasan mengenai kondisi lingkungan secara global dan Paris Agreement yang menjadi dasar target nasional mencapai netralitas karbon.

Dalam zona ini dijelaskan pula Roadmap energy di Indonesia untuk mendukung upaya mewujudkan lingkungan yang lebih hijau. Serta partisipasi aktif Toyota dalam Toyota Environmental Challenge 2050.

Zona 2 – Teknologi. Zona ini terdiri dari pemaparan klasifikasi kendaraan ICE dan xEV yang dilengkapi dengan video untuk menunjukkan bagaimana xEV bekerja untuk memudahkan publik memahami proses transmisi kendaraan xEV.

Selain itu di zona teknologi juga terdapat display xEV Cut Body seperti Prius dan akan menyusul Mirai, untuk menggambarkan simulasi energi kendaraan xEV. Komponen-komponen utama kendaraan xEV juga dijelaskan melalui wallchart dan display. Detail penjelasan komponen juga dapat diakses melalui teknologi masa kini yaitu menggunakan Virtual Reality dan Augmented Reality.

Zona 3 – Ekosistem Hijau. Pada zona ini penjelasan mengenai konsep well to wheel emission yang mudah dipahami. Ekosistem xEV, tipe-tipe charging, dan perlengkapan electricity juga tersedia pada zona eksosistem hijau.

Display kendaraan PHEV dan charging station dapat dengan mudah dilihat oleh pengunjung pada zona ini. Serta pemanfaatan xEV sebagai power source dan vehicle life cycle juga battery 3R process lengkap dihadirkan.

Zona 4 – Masyarakat Berkelanjutan. Merupakan zona terakhir di xEV Center yang ringkasan kegiatan Toyota Indonesia bersama Pemerintah dan Akademisi dalam mewujudkan transformasi menuju era elektrifikasi.

Pada zona ini, ringkasan inisiatif kerja sama Toyota Indonesia sejak tahun 2018 bersama sejumlah Universitas di Indonesia (UI, LPEM UI, ITB, UGM, UNS, ITS, Universitas Udayana, dan Universitas Diponegoro) yang menghasilkan sejumlah penelitian yang bermanfaat di bidang elektrifikasi.

Selain 4 zona pengetahuan yang ditujukan untuk memberikan edukasi, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman nyata dan sensasi berkendara menggunakan beragam jenis pilihan teknologi kendaraan elektrifikasi di area Driving Experience serta fasilitas pengisian ulang daya juga dihadirkan melalui Outdoor Charging Station.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.

Mengenal Mobil SUV dan Berbagai Keunggulannya


Berikut adalah artikel atau berita tentang otomotif dengan judul Mengenal Mobil SUV dan Berbagai Keunggulannya yang telah tayang di apurboitservices.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di asokizd@gmail.com, Terimakasih.

Mobil MPV adalah pilihan paling populer di kalangan keluarga Indonesia. Acapkali mereka memilih mobil MPV karena berbagai keunggulan yang diusungnya. Keunggulan utama yang selalu diharapkan dari mobil jenis ini adalah mampu memuat banyak penumpang.

AutoFamily berencana memiliki mobil MPV sebagai moda transportasi keluarga? Tidak ada salahnya mengenal lebih dalam tentang mobil ini serta kelebihan yang dimilikinya. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Apa yang Dimaksud dengan Mobil MPV?

MPV merupakan singkatan dari Multi Purpose Vehicle, artinya kendaraan multi guna. Jadi, mobil MPV adalah mobil yang bisa digunakan untuk membawa penumpang sekaligus mengangkut barang. 

Di Indonesia, mobil MPV dikenal sebagai mobil keluarga karena ukuran dan kapasitasnya. Contoh mobil MPV dengan popularitas tinggi di Indonesia adalah Toyota Avanza.

Baca juga: Daftar Mobil Keluarga Ekonomis dan Nyaman Persembahan Toyota

Perbedaan Mobil MPV dan SUV

Selain mobil MPV, ada mobil SUV yang cukup tenar di Indonesia karena kapasitasnya. Tidak jarang pula orang sering tertukar ketika hendak membeli mobil jenis ini. Padahal, dua mobil tersebut memiliki perbedaan, terutama dalam tujuan penggunaannya.

DAPATKAN TOYOTA ALL NEW AVANZA DI AUTO2000

Sport Utility Vehicle atau mobil SUV dirancang agar bisa dikendarai di berbagai jenis jalan. Tidak hanya jalan yang mulus, jalan menanjak, menurun, hingga bergelombang pun mudah dilewati dengan mobil SUV.

Berbeda dari mobil SUV, mobil MPV sendiri didesain untuk mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Karena fungsinya tersebut, mobil MPV lebih mengutamakan kenyamanan selama dikendarai.

4 Keunggulan Mobil MPV

Keunggulan mobil MPV tidak terbatas pada kapasitasnya. Mobil ini juga memiliki daya tarik sendiri di mata keluarga, terutama bagi Anda yang sering berkendara bersama anak kecil. Simak lima kelebihan mobil MPV di bawah ini.

1. Mengangkut Lebih Banyak Penumpang

Keunggulan inilah yang membuat mobil MPV digelari sebagai mobil keluarga. Pasalnya, mobil serba fungsi ini mampu memuat kapasitas hingga tujuh penumpang. Kabin penumpang terdiri dari tiga baris, yaitu satu kursi sebelah pengemudi serta dua baris kursi di bagian tengah dan belakang.

2. Kapasitas Bagasi Dapat Dimaksimalkan

Kursi penumpang di baris belakang mobil bisa dilipat sehingga Anda bisa memuat lebih banyak barang. Keunggulan ini tentunya dapat dirasakan saat Anda dan keluarga berencana menghabiskan liburan panjang.

Baca juga: Cara Memakai Sabuk Pengaman Mobil dengan Tepat

3. Lebih Nyaman saat Berkendara Jarak Jauh

Karena ukuran kabinnya cukup luas, penumpang pun bisa lebih nyaman dan rileks selama perjalanan. Mereka bisa meluruskan kaki dan beristirahat dengan fitur reclining seat tanpa harus mengganggu penumpang di belakangnya. Selain itu, mobil MPV juga didesain agar nyaman dikendarai di medan perjalanan apa pun.

4. Fitur Keamanan Lebih Lengkap

Keamanan menjadi fitur yang wajib ada dalam mobil MPV. Karena itu, mobil MPV, khususnya keluaran Toyota, memiliki banyak fitur keamanan di dalamnya, di antaranya SRS airbag, Emergency Brake Signal (EBS), dan Vehicle Stability Control (VSC). Semua fitur tersebut pastinya bermanfaat untuk mengurangi risiko kecelakaan selama berkendara.

Baca juga: Mengenal Apa Arti Plat Putih Pada Mobil

Setelah melihat keunggulan mobil MPV di atas, apakah Anda makin tertarik memiliki mobil ini? Toyota telah merilis banyak mobil MPV yang bisa menjadi pilihan untuk keluarga Anda dengan desain dan fitur yang bervariasi. Anda bisa melihat semua mobilnya hanya di website Auto2000.

Jangan lupa untuk setia merawat mobil MPV setelah Anda memilikinya. Solusi terbaik dalam merawat mobil MPV adalah membawanya ke bengkel Auto2000 terdekat. Booking jadwal kunjungan terlebih dahulu di Auto2000 Digiroom agar teknisi kami bisa menyiapkan waktu untuk melayani kunjungan AutoFamily.

Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi, dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih. Untuk berlangganan artikel seperti ini harap hubungi kami agar anda dapat artikel atau berita terupdate dari kami.